ANTISIPASI BENCANA ALAM MELALUI PEMANTAUAN DEBIT AIR SUNGAI SILAT HULU
Personel Polsek Silat Hulu melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi debit air sungai di wilayah Kecamatan Silat Hulu sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana banjir. Pemantauan ini dilakukan mengingat curah hujan yang tidak menentu yang dapat mengakibatkan luapan air sungai ke pemukiman warga. Rabu, 11 Maret 2026.
Petugas berdiri di tepian sungai untuk mengamati ketinggian air dan kecepatan arus guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mencegah kerugian material maupun korban jiwa akibat luapan air yang mendadak.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Apriyanto Uda, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian menyampaikan bahwa pengecekan debit air secara rutin adalah bagian dari mitigasi bencana daerah. Personel di lapangan diinstruksikan untuk selalu melaporkan perkembangan situasi secara berkala.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai dihimbau untuk selalu waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Anak-anak juga diingatkan agar tidak bermain di pinggir sungai tanpa pengawasan orang tua selama kondisi air tidak stabil.
AKP Jaspian menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama kepolisian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan perangkat desa untuk menyiapkan langkah evakuasi jika sewaktu-waktu debit air mencapai level bahaya.
Selain memantau air, petugas juga melihat kondisi tanggul dan vegetasi di pinggir sungai yang berfungsi menahan abrasi. Kerusakan lingkungan di area resapan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kestabilan ekosistem sungai.
Hasil pantauan saat ini menunjukkan bahwa debit air masih dalam batas normal, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan oleh seluruh warga. Petugas terus melakukan sosialisasi mengenai tanda-tanda alam yang harus diwaspadai sebelum banjir terjadi.
Kapolsek AKP Jaspian menegaskan bahwa Polsek Silat Hulu siap bergerak cepat jika terjadi keadaan darurat terkait bencana alam. Komunikasi intensif melalui sarana HT dan telepon genggam terus dilakukan antara petugas lapangan dan mako.
0Comments
Komentarlah dengan bijak