Gawai Mamasi So Betang Ulu Banua, Tradisi Adat dan Kebersamaan Masyarakat Ariung Mendalam
Polres Kapuas Hulu – Kegiatan Gawai Mamasi So Betang sekaligus peresmian Rumah Betang Ulu Banua di Dusun Sinsiung Amas, Desa Ariung Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau, S.H., M.Si., Ketua DPRD sekaligus Ketua DAD Kabupaten Kapuas Hulu Yanto, S.P., Kasat Binmas Polres Kapuas Hulu IPTU Adi Kosasih yang mewakili Kapolres Kapuas Hulu, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Putussibau, pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat Rumah Betang Desa Ariung Mendalam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan para tamu undangan melalui tari-tarian khas masyarakat Dayak. Selanjutnya dilaksanakan ritual adat yang menjadi bagian dari Gawai Mamasi So Betang, termasuk prosesi mengelilingi hewan kurban dan ritual penombakan atau mengkujur hewan kurban oleh perwakilan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan sambutan yang dilanjutkan dengan sambutan Sekda Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ritual Pasiap sebagai salah satu rangkaian adat dalam kegiatan tersebut.
Ritual Pasiap dilakukan oleh anak dara dan ibu-ibu yang mengenakan pakaian adat dengan membawa makanan ringan serta minuman tradisional. Hidangan tersebut kemudian disuguhkan secara berkeliling kepada para tamu undangan sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan dalam tradisi masyarakat setempat.
Sementara itu, ritual Mamasi menjadi salah satu prosesi utama sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan. Dalam prosesi tersebut, sebanyak 13 orang perwakilan tamu undangan diberikan penghormatan melalui pemasangan mahkota yang dihiasi bulu burung enggang serta gelang oleh gadis-gadis yang mengenakan pakaian adat.
Prosesi tersebut juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan adat seperti beras, kue, kelapa dan manik-manik serta simbol menggigit parang yang menggambarkan semangat. Para tamu juga mengikuti prosesi minum bersama dengan delapan jenis air yang telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.
Kasat Binmas Polres Kapuas Hulu IPTU Adi Kosasih yang hadir mewakili Kapolres Kapuas Hulu menyampaikan bahwa kegiatan adat seperti Gawai Mamasi So Betang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kapuas Hulu yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
“Selain menjadi bagian dari tradisi dan penghormatan kepada para tamu, kegiatan seperti ini juga mempererat tali silaturahmi serta kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah. Polri mendukung terciptanya suasana yang aman sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian Gawai Mamasi So Betang dan peresmian Rumah Betang Ulu Banua kemudian ditutup dengan makan siang bersama. Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB dan selama seluruh rangkaian berlangsung situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
0Comments
Komentarlah dengan bijak