Kapuas Hulu Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bentuk Tim Komando Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap
PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana dan Pembentukan Tim Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (6/7/2026), di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.45 WIB tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, TNI-Polri, BPBD, perwakilan perusahaan, serta berbagai organisasi perangkat daerah terkait sebagai bentuk penguatan sinergi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Menurutnya, pembentukan posko dan tim terpadu diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap setiap potensi bencana, khususnya Karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau.
“Upaya yang kita kedepankan adalah langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum tetap dilakukan apabila diperlukan, namun menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya pencegahan dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Ia mengingatkan bahwa sebagian masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar saat musim kemarau, sehingga diperlukan edukasi dan pengawasan yang lebih intensif.
“Peran pemerintah daerah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan kegiatan pembukaan lahan tidak menimbulkan kebakaran yang meluas. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan sinergi dari semua pihak,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala BMKG Putussibau memaparkan bahwa curah hujan diperkirakan mulai berkurang pada periode Juli hingga September 2026. Selain itu, cuaca panas diprediksi mulai terjadi pada 8 hingga 12 Juli 2026 sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
Dari unsur TNI, Komandan Batalyon TP 927/UK Letkol Jamrizal menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pemerintah daerah dalam penanganan bencana, termasuk mengusulkan latihan penanggulangan bencana secara berkala guna meningkatkan kemampuan dan koordinasi antarinstansi.
Polres Kapuas Hulu melalui Paur Subbag Kerma Bagops, Ipda Muchtarudin, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pembentukan posko kesiapsiagaan Karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data pemantauan aplikasi Lancang Kuning, jumlah titik hotspot di Kapuas Hulu menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.389 titik hotspot, tahun 2025 sebanyak 907 titik, dan hingga Juni 2026 tercatat 305 titik hotspot.
“Polres Kapuas Hulu telah membentuk Pleton Siaga Api sebanyak 125 personel yang tersebar di tingkat Polres dan Polsek. Selain itu, kami juga telah mendirikan 24 Posko Karhutla, terdiri dari 23 posko di wilayah Polsek jajaran dan satu posko utama di Bag Ops Polres Kapuas Hulu untuk memantau perkembangan titik api,” jelasnya.
Berbagai instansi yang hadir turut menyatakan komitmen mendukung upaya penanggulangan Karhutla. Kodim 1206/Putussibau menegaskan kesiapan personel dan sarana pendukung, sementara Bandara Pangsuma Putussibau menyatakan siap mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia di lingkungan bandara apabila dibutuhkan dalam operasi pemadaman.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Hulu akan memperkuat sosialisasi bahaya Karhutla melalui media massa dan media sosial. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BKAD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), serta sejumlah perusahaan yang telah membentuk satuan tugas internal untuk penanganan Karhutla.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, serta mengoptimalkan langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana kabut asap di wilayah Kapuas Hulu selama musim kemarau tahun 2026.
0Comments
Komentarlah dengan bijak