Polsek Putussibau Utara Kawal Distribusi BBM Subsidi, Pastikan Tepat Sasaran dan Kondusif
KAPUAS HULU – Kepolisian Sektor Putussibau Utara melaksanakan pengamanan, pengawasan dan monitoring penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (19/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Putussibau Utara AKP Jauhari bersama 10 personel dengan menyasar dua lokasi, yakni APMS PT. Gelora Jumhana di Jalan Komyos Sudarso Putussibau serta APMS PT. Kedamin Maju Mandiri II di Jalan Lintas Utara Desa Pala Pulau.
Kapolsek Putussibau Utara AKP Jauhari mengatakan, pengamanan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tertib, aman dan tepat sasaran. Kehadiran personel di lapangan juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan pengisian BBM.
Dari hasil monitoring di APMS PT. Gelora Jumhana, stok Pertalite subsidi saat ini dalam kondisi kosong karena masih dalam proses pengambilan dari Depot Pontianak. Alokasi per bulan tercatat sebanyak 160.000 liter dengan harga jual Rp10.000 per liter sesuai ketentuan yang berlaku. Operasional pelayanan dibuka mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.
Sementara itu, di APMS PT. Kedamin Maju Mandiri II, stok Pertalite subsidi tersedia sebanyak 8.000 liter dengan harga Rp10.000 per liter. Saat pembukaan operasional, sempat terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang, terdiri dari 350 unit kendaraan roda empat dan 110 unit roda dua. Namun setelah dilakukan pengaturan oleh petugas, situasi berangsur normal.
Pihak APMS menerapkan kebijakan pembatasan pengisian maksimal 40 liter per kendaraan roda empat guna pemerataan distribusi kepada masyarakat. Sistem pengambilan BBM saat ini dilakukan dari Pontianak dengan pola estafet armada di Sintang untuk meminimalisir kelelahan pengemudi.
Kapolsek menjelaskan, kendala distribusi terjadi akibat kondisi kemarau dan surutnya sungai sehingga pasokan BBM tidak lagi melalui Depot Sintang, melainkan dari Pontianak. Proses perjalanan hingga antre pengisian di depot memakan waktu lebih dari 24 jam, yang berdampak pada keterlambatan pasokan ke wilayah Putussibau Utara.
Selain itu, banyak pengecer yang tutup karena minim pasokan, sehingga masyarakat lebih memilih melakukan pengisian langsung di SPBU/APMS yang mengakibatkan terjadinya antrean pada jam-jam awal operasional.
Selama kegiatan pengamanan dan monitoring berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Putussibau Utara terpantau aman, tertib dan kondusif. Kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengawasan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti penimbunan BBM, penggunaan jerigen maupun tangki modifikasi, serta memastikan distribusi subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
0Comments
Komentarlah dengan bijak