Skip to main content
GfC5TpY9BUd9TfG7Tpz9TUW5Gd==

Headline

Search

Kapolres Kapuas Hulu Terobos Jarak dan Waktu: Pengabdian di Jantung Borneo, Menjangkau Bunut Hilir dan Embaloh Hilir




KAPUAS HULU – Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda, S.I.K., M.H., bersama Ketua Cabang Bhayangkari Kapuas Hulu, Ny. Elsi Roberto Uda, kembali menorehkan jejak pengabdian dengan melakukan kunjungan kerja yang menantang topografi ekstrem di jantung Borneo. Perjalanan ini bukan sekadar inspeksi, melainkan sebuah tekat dan janji setia untuk memastikan kehadiran negara terasa hingga ke sudut-sudut terpencil, dari Bunut Hilir hingga Embaloh Hilir.


Perjalanan dimulai di Polsek Bunut Hilir, sebuah daerah yang dikenal sebagai bumi ulak mahkota raja dan merupakan titik vital pertemuan arus Sungai Kapuas. Secara geografis, wilayah ini memiliki keunggulan aksesibilitas perairan yang menjadikannya jalur utama perdagangan dan transportasi. Namun, hal ini juga membawa tantangan besar, terutama dalam pengawasan lintas batas perairan lokal dan dinamika sosial masyarakat yang sangat terikat pada pola hidup sungai.


Dalam konteks ini, Polisi dituntut untuk menjadi lebih dari sekadar penegak hukum. Mereka juga berfungsi sebagai penyambung hidup dan fasilitator kearifan lokal bagi masyarakat. Dalam kunjungan ini, Ketua Bhayangkari Ny. Elsi Roberto Uda juga  turut hadir, memberikan dukungan emosional kepada keluarga besar Polri, menumbuhkan semangat di tengah keterbatasan.


Meninggalkan Bunut Hilir, rombongan Kapolres melanjutkan perjalanan, menantang topografi yang berubah, menuju Polsek Embaloh Hilir. Daerah ini memiliki keunikan geografis berupa kedekatan dengan kawasan konservasi dan masyarakat adat yang kuat. Embaloh Hilir menjadi simpul penting bagi penjagaan ekosistem alam dan pelestarian adat istiadat. Oleh karena itu, tugas di sini tidak hanya sebatas keamanan, namun juga merangkul diplomasi kultural. Potensi konflik akibat sengketa lahan atau pergeseran nilai adat harus dihadapi dengan pendekatan humanis dan dialog. Kapolres dan jajarannya berdiri sebagai penengah dan pelindung warisan bangsa. Di sela kegiatan, Ketua Bhayangkari kembali menguatkan mental anggota, mengingatkan bahwa kekuatan institusi juga terletak pada ketahanan keluarga yang mendukungnya.


Menutup serangkaian kunjungan ini, Kapolres AKBP Roberto Aprianto Uda menyampaikan harapannya yang mendalam."Dari Bunut Hilir hingga Embaloh Hilir, jejak langkah ini adalah bukti nyata bahwa Kepolisian Republik Indonesia hadir. Saya berharap seluruh jajaran di Kapuas Hulu, terutama yang bertugas di Polsek-Polsek perbatasan, menjadikan pengabdian sebagai nafas dalam setiap tindakan. Ingatlah, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Teruslah berinovasi dalam pendekatan, merangkul kearifan lokal, dan menjadi teladan humanis bagi masyarakat," ujar Kapolres.


Sementara itu, Ketua Cabang Bhayangkari, Ny. Elsi Roberto Uda, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tugas kepolisian."Keluarga adalah benteng pertama. Kami, para Bhayangkari, berkomitmen untuk menjadi penyokong utama di balik dedikasi para suami. Saya berharap seluruh keluarga besar Polri di Kapuas Hulu terus memelihara semangat kebersamaan dan ketahanan mental. Dukungan tulus dari rumah akan menumbuhkan semangat yang tak terbatas di lapangan. Salam presisi, Polri untuk masyarakat," tutup Ny. Elsi Roberto Uda.

 Kapolres Kapuas Hulu Terobos Jarak dan Waktu: Pengabdian di Jantung Borneo, Menjangkau Bunut Hilir dan Embaloh Hilir
Next Post

0Comments

Special Ads
Special Ads
Special Ads
© Copyright - Portal Berita Resmi Polres Kapuas Hulu. All rights reserved.