Skip to main content
GfC5TpY9BUd9TfG7Tpz9TUW5Gd==

Headline

Search

Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tpr dan Wakil Gubernur Buka Kejuaraan Pontianak Lion Dance Internasional Championship


Pontianak – Kejuaraan Pontianak Lion Dance Internasional Championship telah resmi dibuka. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspketur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH mendampingi Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan membuka acara tersebut di Kota Pontianak di Gedung Olahraga Perbasi Pontianak, Jl. Ar. Hakim No. 33, Kec. Pontianak Kota, yang mengusung tema “Bersatu dan Semangat”, Jumat (21/6/2019).

Tampak hadir juga mendampingi wagub, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Herman Asaribab, Wadan Lantamal XII Kolonel Mar Bambang Hadi Suseno S.E, Ketua KONI Kalbar Fahcrudin Sireger, Pengurus FOBI Pusat dan Ketua Umum YBS Tjioe Kui Sim.

Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan mengatakan, Pemprov Kalbar menyambut baik partisipasi dari negara-negara sahabat pada kejuaraan Pontianak Lion Dance Internasional Championship sebagaimana partisipasi Negara kita pada event-event sejenis di mancanegara.

“Hal ini juga berdampak pada upaya kita menjadikan Kalbar sebagai bagian dari destinasi wisata lndonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan Promosi dan pemasaran potensi sumber daya daerah melalui kemasan event olahraga dan wisata yang menarik dapat membangun ekonomi kreatif masyarakat suatu daerah.

Ia berharap kejuaraan ini akan menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai tradisional yang telah memiliki sejarah ribuan tahun dan diperkirakan telah masuk ke Indonesia dari beberapa abad yang lalu.

“Kita menikmati atraksi Dragon dan Lion Dance sebagai suatu keindahan seni tari dan gerak yang telah dimainkan secara luas di masyarakat sehingga Indonesia pada akhirnya mampu meraih prestasi pada event Dragon dan Lion Dance tingkat internasional,” tuturnya.

Dengan masuknya permainan Barongsai menjadi anggota KONI, masih kata Mantan Bupati Mempawah Barongsai yang pada dasarnya merupakan cabang olahraga rekreasi, kini telah bernilai prestasi.

“lni membuktikan bahwa seni dan olahraga yang tumbuh dan berkembang di masyarakat apabila melalui proses pembinaan yang baik dan terarah, maka akan mampu menghasilkan prestasi,” ujarnya.

Hal ini merupakan tahapan proses yang dimulai dari tumbuh, pengenalan, perkembangan hingga diterimanya sesuatu yang bernilai manfaat ditengah-tengah masyarakat hingga secara alami akan menjadi bagian dari suatu budaya masyarakat.

“Inilah yang menjadi tujuan kita bersama yakni bagaimana kesejahteraan masyarakat tumbuh dan berkembang karena kemauan dan kekutan dasar yang baik yang terdapat pada suatu daerah,” ujarnya.

Oleh karenanya, setiap yang kita perbuat hendaknya berdampak dan mendukung pada maksud dan keinginan tersebut sehingga didalam perkembangannya akan lebih mudah untuk kita wujudkan.

“Dukungan masyarakat sangatlah kita perlukan agar maksud dan keinginan tersebut dapat diterima serta eksis didalam perkembangannya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB FOBI diwakili oleh Wakil ketua umum PB FOBI Haris Chandra mengatakan bahwa olahraga ini merupakan salah satu sarana yang bisa mempersatukan kita semua yang tidak melihat perbedaan apapun yang ada antar kita manusia, untuk itu marilah kita bersikap sportif untuk olahraga dan bicara federasi olahraga Barongsai Indonesia internasional Dragon and Lion Dance itu berdiri tahun 2013 sampai seiring berjalannya.

“Saat ini kita telah memiliki 24 Pemprov di seluruh Indonesia mulai dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua atas kepemimpinan bapak Rico Pemprov Kalimantan Barat ini boleh saya bilang Pemprov yang maju dan baik,” katanya.

Tahun 2018 pertama kali diadakan di sini, hal yang sama sudah dilakukan oleh daerah-daerah lain 5-6 tahun yang lalu. 

Sebenarnya ada keterlambatan dari Kalimantan Barat, dengan begitu gigih tindakan yang dilakukan oleh ketua provinsi Kalbar mengirimkan atlitnya bertanding di daerah lain bahkan sampai ke luar negeri yang membuat juri dan pelatih hingga saat ini saya boleh katakan  Kalimantan barat ini prestasinya sudah bisa dibilang sama dengan daerah lain.

“Saya juga mendengar para penonton masuk membayar dan kira-kira 6 tahun yang lalu saya saat berada di Genting Malaysia saya pertama kali ke Malaysia melihat event turnamen yang sama internasional penonton begitu penuh dan saya tahu mereka juga bayar dan bayarnya pun tidak murah, ujarnya.

Dan hari ini satu-satunya Pemprov yang bisa melaksanakan itu hanya pemprov Kalimantan Barat, kenapa bisa terlaksana ini semua tidak lepas dari pada partisipasi masyarakat kota Pontianak dan kalau saya lihat sosialisasi dari pada panitia untuk event ini,” pungkasnya.

Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tpr dan Wakil Gubernur Buka Kejuaraan Pontianak Lion Dance Internasional Championship
Next Post

0Comments

Special Ads
Special Ads
Special Ads
© Copyright - Portal Berita Resmi Polres Kapuas Hulu. All rights reserved.